Definisi, Ciri-ciri, dan Pengobatan Scabies

By | July 21, 2017

Definisi, Ciri-ciri, dan Pengobatan Scabies – Scabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei var. hominis. Tungau penyebab scabies ini berukuran mikroskopis. Tungau ini hidup dan bertelur di bawah lapisan kulit paling luar. Ciri-ciri scabies dan pengobatannya ada beberapa macam. Semuanya berfokus pada bagaimana caranya membunuh tungau dan telurnya yang hidup di dalam kulit. Scabies menyebar melalui kontak fisik langsung dengan kulit penderita dan juga melalui seprai, pakaian, atau handuk yang telah terinfeksi tungau Sarcoptes. Scabies bisa menyerang siapa saja. Oleh karena itu sangat penting untuk menjaga kebersihan lingkungan, pakaian, dan tubuh sebagai bentuk pencegahan Scabies.

Definisi, Ciri-ciri, dan Pengobatan Scabies

Ciri-ciri Scabies dan pengobatannya

Tanda dan gejala Scabies biasanya tidak muncul hingga 6 minggu setelah terinfeksi. Tanda dan gejala ini lebih cepat muncul pada orang-orang yang pernah menderita Scabies sebelumnya. Ciri paling utama adalah munculnya ruam di kulit dan terasa sangat gatal terutama di malam hari. Rasa gatal yang berkepanjangan ini bisa menyebabkan luka dan infeksi kalau digaruk-garuk terus-terusan. Kalau terjadi infeksi disarankan untuk minum obat antibiotic.

Ruam biasanya terjadi di area-area seperti:

– Pergelangan tangan
– Siku
– Ketiak
– Sekitar puting dan di bawah payudara
– Area genitalia
– Sekitar pinggang
– Pantat
– Sela-sela jari tangan atau kaki

Orang-orang dengan sistem imunitas rendah seperti penderita HIV/AIDS, pasien kemoterapi, pengguna steroid, atau pasien dengan pengobatan tertentu, bisa mengalami Scabies yang lebih parah yang dinamakan Norwegian Scabies. Ruam Norwegian Scabies lebih besar dan terjadi penebalan kulit di area Scabies. Di bawah kulit yang menebal ini terdapat banyak tungau dan telur dengan jumlah berkali-kali lipat dari Scabies biasa. Sistem imunitas rendahlah yang menyebabkan tungau bisa bereproduksi berkali-kali lipat.

Scabies bisa menyebar melalui kontak fisik kulit dan kulit, hubungan seksual, dan berbagi pakaian, handuk, tempat tidur dengan orang yang telah terinfeksi Scabies.

Obat Scabies biasanya berupa krim, salep, atau losion yang dioleskan ke seluruh tubuh. Obat-obat topical ini disarankan dipakai terutama pada malam hari karena tungau mulai aktif pada malam hari dan rasa gatal biasanya paling parah pada malam hari. Obat-obatan topical ini disarankan dipakai selama 7 hari berturut-turut. Pengobatan Scabies yang umum dipakai adalah:

– Losion Benzyl benzoate 25%
– Salep Sulfur 10%
– Krim Crotamiton 10%
– Losion Lindane 1%

Ada juga obat-obatan penunjang seperti:

– Obat antihistamin, cth: Benadryl, untuk membantu mengurangi rasa gatal di kulit.

– Obat antibiotik untuk mencegah infeksi di kulit yang terluka karena garukan.

– Krim steroid untuk mengurangi pembengkakan dan rasa gatal.
– Losion calamine untuk mengurangi rasa gatal dan menyejukkan kulit yang terluka.

Para penderita Scabies yang tidak mempan dengan pengobatan di atas, penderita Norwegian Scabies, dan orang yang menderita Scabies di sekujur tubuh bisa diberikan obat Ivermectin (Stromectol) yang diminum secara oral.

Efek pengobatan di atas umumnya baru terasa setelah seminggu pemakaian. Scabies akan sembuh sempurna setelah 4 minggu pemakaian obat secara teratur. Untuk mencegah penyebaran Scabies dan agar Scabies tidak kambuh, sebaiknya rumah dibersihkan secara menyeluruh. Vacuum seluruh lantai, karpet hingga ke pojok-pojok ruangan. Lap permukaan benda-benda dengan larutan pemutih. Lalu pakaian, handuk, bantal dan seprai yang dipakai saat terinfeksi dicuci dengan menggunakan pemutih dan air panas untuk memastikan tungau dan telur yang masih menempel di barang-barang ini benar-benar mati. Itulah ciri-ciri scabies dan pengobatannya. Semoga bermanfaat.

Untuk Hasil yang lebih cepat dan maksimal dalam menghilangkan scabies, Anda bisa menggunakan salep anti jamur paling ampuh yaitu Pi Kang Wang, Baca selengkapnya disini –>> http://www.ahlinyagatal.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *